Ikizone.com – Suara Arah Publik – Berita Terbaru – Berita Terkini

Nasional

Anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara, Efektifkah?

Anggota DPR Disuntik vaksin Nusantara

Vaksin Nusantara hadir dimana vaksin ini dipelopori oleh Terawan, Mantan Kemenkes. Para anggota DPR  disuntik vaksin Nusantara nantinya sebagai relawan. Sebelumnya segera diminta sampel darah untuk uji coba vaksin nusantara tersebut di RSPAD Gatot Subroto. Hingga saat ini keberadaan vaksin nusantara tersebut belum mengantongi izin dari BPOM.

Polemik Vaksin Nusantara

Kejanggalan vaksin nusantara yang terkesan dipaksakan ini justru belum mengantongi izin BPOM. Bahkan uji klinisnya belum dianggap lengkap, hal ini tentu menuai pendapat dari berbagai kalangan terutama IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Menurut Prof Zubairi, ketua Satgas Covid-19 IDI mengatakan,  jika izin BPOM untuk uji klinis tahap dua belum keluar, justru keberadaan vaksin nusantara terkesan memaksakan.

Prof. Zubairi juga menambahkan, bahwa BPOM belum keluar izin, sementara anggota DPR juga sudah melakukan vaksinasi,  jadi ini tampak ganjil. Menurut informasi pula bahwa uji coba fase dua harusnya pada hewan terlebih dahulu. Ini justru langsung untuk manusia. Sementara itu, anggota DPR yang akan menjadi relawannya, seakan memaksakan.

Permintaan Zubairi kepada tim dari vaksin nusantara untuk mengkonfirmasi kepada publik tentang polemik ini. Telah diketahui bahwa sejak Maret penelitian tentang vaksin nusantara mengalami pemberhentian. Namun, tiba-tiba muncul untuk pengambilan sampel darah kepada para DPR dan rencananya anggota DPR disuntik vaksin nusantara, ini yang harus dijelaskan tim vaksin nusantara.

Penghentian yang dilakukan saat Maret tersebut memberikan gambaran kepada para peneliti. Dimana akan memahami lebih detail prosedur dari Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Untuk selanjutnya hal tersebut akan menunjang izin guna melaksanakan uji klinis fase ke II PUPUK dari BPOM. Namun, hingga kini justru BPOM belum mengeluarkan izin, justru uji klinis dilakukan.

Polemik ini terjadi dianggap apakah ada unsur politik atau tidak, tidak bisa terjawab begitu saja. Yang pasti, tim vaksin nusantara harus menjelaskan alasan kenapa uji fase kedua ini segera dilakukan sebelum keluar izin. Ini yang penting dan perlu masyarakat tahu tentang adanya vaksin nusantara tersebut.

Uji Klinis Tentang Vaksin

Menurut Ahli Biomolecular, Ahmad menyatakan tentang anggota DPR disuntik vaksin nusantara, merupakan hal yang tidak lazim. Pasalnya vaksin ini belum memberikan bukti yang efektif sebagai vaksin dan kurang lengkap uji klinisnya. Jika hanya membuktikan tingkat keamanan saja, maka di fase pertama uji klinis sudah bisa untuk bukti keamanan vaksin.

Namun, bicara tentang vaksin bukan hanya tentang keamanannya saja melainkan efekasinya dari produk vaksin tersebut. Ahmad juga menambahkan, apa tujuan dari pemberian Vaksin Nusantara ini kepada anggota DPR RI. Apakah memang menjawab tentang sains atau hanya sekedar politik saja?, tidak tahu tepatnya.

Menurut standar dunia WHO bahwa uji fase kedua justru harus dilakukan kepada hewan terlebih dahulu. Juga harus terbukti apakah vaksin tersebut mampu memberikan perlindungan kepada hewan terkait dengan virus SARS-CoV-2. Selanjutnya jika terbukti efikasinya maka melakukan uji klinis pada tahap ketiga kepada manusia dengan jumlah terkecil.

Ahmad mengatakan bahwa idealnya uji vaksin memang hingga tahap ketiga agar terlihat efikasi dari vaksin, serta terbentuknya efektivitas vaksinnya. Namun, prosedur dari vaksin nusantara justru loncat melewati tahap tersebut, jika tidak sesuai prosedur artinya apakan BPOM akan memberikan kelonggaran?

Lalu bagaimana jika vaksin dan prosedurnya ada yang terlewati? Sejatinya pembuatan vaksin ini untuk bisa menekan pandemi covid-19. Juga pembuatannya harus sesuai dengan prosedur ilmiah serta medis yang berlaku. Selama ini vaksin covid-19 yang sudah ada sangat cepat pembuatannya, tetap menjalankan uji satu hingga tiga dengan menambahkan rekayasa genetik.

 

Bantu Bagikan !!!
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Popular

To Top