Arief Poyuono Sebut Isu PKI Dimunculkan Oleh Kadrun, Tagar #TenggelamkanGerindra Jadi Trending

Arief Poyuono Sebut Isu PKI Oleh Kadrun,Tagar #TenggelamkanGerindra Jadi Trending
Wakil Ketua Umum Partai gerindra Arief Poyuono Sebut Isu PKI Oleh Kadrun,Tagar #TenggelamkanGerindra Jadi Trending

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menjadi sorotan warganet. Pernyataan di salah satu video wawancara membuat ia dan partainya jadi bahan pembicaraan.

Pernyataan Waketum Gerindra Arief Poyuono mengenai PKI dimunculkan ‘kadrun’ menuai polemik hingga berujung ramainya tagar #TenggelamkanGerindra di Twitter. 

Dalam video wawancara yang beredar luas di media sosial, legislator Senayan tersebut ditanya siapa yang memunculkan isu-isu PKI?

“Yang pasti ini adalah kadrun! kadrun-kadrun dan yang ke 2 mungkin orang-orang yang tidak ingin adanya perdamaian di Indonesia yang mengkacau suasana, yang ingin mendiskreditkan pemerintahan yang sah secara konstitusional” kata Arief dari akun twitter @Tjeloup, Selasa malam (16/6/2020).

Menurut dia santernya isu PKI tak ayal hanyalah kabar hoaks yang mencuat di era Presiden Jokowi yang dalam hal ini menjadi korban, selalu dikait-kaitkan dengan partai terlarang.

Baca Juga : UAS, Ada Pihak Yang Mencoba Mengkerdilkan Pancasila Lewat RUU HIP, Umat Islam Harus Bersuara Menolaknya

Arief mengatakan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), isu PKI tidak gencar dimainkan untuk menjatuhkan kewibawaan lawan politik.

“Enggak ada cuma isu-isu bohong saja (PKI), isu-isu itu sebenarnya hanya untuk mendelegitimasi Kangmas Jokowi yang selalu dituduh apa pun. Dia seakan-akan ada hubungannya sama PKI, seperti itu. Kan aneh munculnya itu cuman di era-nya Pak Jokowi saja, dulu di era SBY tidak ada, era Mega tidak ada, ya kan ini kan aneh,” ucapnya.

Karena itu, kepada Jokowi, Arief menyarankan agar tidak usah merespon isu dimaksud.

Sebaliknya, Arief menganggap bahwa ideologi komunis saat ini sudah tidak lagi laku di duni.

Dia lantas mencontohkan China yang tak lagi menerapkan ideologi komunis sesuai dengan teori aslinya.

“China sendiri sudah mengarah ke kapitalis, jadi artinya bukan komunisme murni,” terangnya.

Arief menyatakan, idelogi komunis hanya dipakai China untuk hal-hal berkaitan dengan kepentingan negara.

“Tetapi kalau untuk kegiatan ekonominya, mereka sudah liberal, bahkan lebih liberal dari Indonesia.” pungkasnya.

Baca Juga : Sempat Menolak, Gubernur Sultra Kini Terima 500 TKA China Masuk Wilayahnya

Akibat pernyataan ini, warganet rame-rame membuat tagar #TenggelamkanGerindra. Bahkan hingga Rabu pagi, tagar ini sudah ditulis 6.391 kali (pukul 09.38 Wita).

Pihak partai besutan Prabowo Subianto pun langsung memberikan klarifikasi. Lewat juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman memberikan klarifikasi atas pernyataan keras yang dilontarkan oleh Arief Poyouno.

“Sebagai Jubir Partai Gerindra saya tegaskan bahwa pernyataan dr Arief Poyuono tidak mewakili Partai

@Gerindra, apapun dia bilang jangan kaitkan dengan kami,” tulis Habiburokhman di akun Twitter miliknya, Selasa (16/6/2020).

“Saya seh ingatkan Arief Poyuono bahwa garis partai jelas anti PKI dan kita sangat waspada thd kebangkitan PKI,” ungkap Habiburokhman.

Diketahui Kadrun (Kadal Gurun) digunakan oleh pendukung garis keras Jokowi. Istilah ini diindetikan dengan keturunan Arab atau yang berpakaian kearab-araban. Biasanya digunakan untuk para pengkritik Jokowi dan partai oposisi.

Baca Juga : NU, Muhammadiyah Dan MUI Kompak Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP)

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

Bagikan!!

About Admin

Check Also

Sempat Dibatalkan MA, Mulai 1 Juli Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi

Sempat Dibatalkan MA, Mulai 1 Juli Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi

Mulai 1 Juli Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Berita Viral, Berita Terkini, Berita Hari ini, …

Leave a Reply