BPJS Naik, Ustadz Haikal Usul: Potong Gaji+Tunjangan Presiden, Menteri, BPIP, KSP, DPR, Hingga Stop Pelatihan Online 5,6 T

BPJS Naik, Ustadz Haikal Usul: Potong Gaji Presiden,Menteri,BPIP, DPR, hingga Stop Pelatihan Online 5,6 T
BPJS Naik, Ustadz Haikal Usul: Potong Gaji Presiden,Menteri,BPIP, DPR, hingga Stop Pelatihan Online 5,6 T

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA –  Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu kembali meneken kebijakan kenaikan Iuran BPJS Kesehatan secara bertahap. Meskipun sebelumnya Mahkamah Agung sudah membatalkan kebijakan kenaikan Iuran BPJS tersebut, pada Maret Lalu.

Melihat adanya sikap plin-plan yang diambil oleh pemerintah, tak sedikit masyarakat merasa kecewa dengan sikap tersebut, apalagi ditengah pandemi covid-19 saat ini.

Tak terkecuali salah satu penceramah sekaligus motivator kondang, Ustadz. Haikal Hasan Baras atau yang biasa disapa bung Haikal dalam akun twitternya menyebutkan BPJS macam Naik roler coaster.

“BPJS dinaikkan lalu diturunkan kemudian dinaikan kembali lalu Turun kembali, eh Turun eh Naik lagi, Naik juga listriknya Naik juga apa lagi ya, yang minta dua periode mana suaranya?,” cuitnya di Twitter, Jumat (15/5/2020).

Baca juga : Iuran BPJS Kesehatan- Dinaikkan Jokowi, Dibatalkan MA, Kini Dinaikkan Lagi Oleh Jokowi

Meskipun begitu, dirinya tak semerta-merta mengkritik tanpa adanya solusi. Dalam akunnya tersebut dirinya kemudian menuliskan 6 Usulan yang mampu dijalankan oleh pemerintah untuk menanggulangi Defisitnya BPJS serta Dampak Ekonomi akibat Covid 19.

“Usulan pertama, Gaji Presiden dan wakil, Gaji 38 mentri, 12 wamen, 7 stafsus milenial, 9 watimpres, 6 org BPIP, 12 org KSP, 575 anggota DPR dibayarkan 50% saja agar ini bisa digunakan untuk menutup defisit BPJS,” tulisnya.

Kemudian Usulan kedua, lanjut tulisnya, fasilitas mobil, rumah dinas, Listrik, telepon, handphone, tunjangan jabatan, uang sidang, tunjangan kehormatan, pph, uang dinas, perjalanan keluar negeri di tiadakan dulu. Negara lagi kolaps begini, janganlah menari diatas penderitaan rakyat.

“Lalu, uang senilai Rp. 5,6 trilyun untuk platform digital atas nama pelatihan online berbayar yang belum jelas larinya kemana itu dibatalkan saja. Kursus sejenis yg GRATIS bertaburan di internet ini sangat mencederai keadilan,” ucapnya.

Baca juga : Jokowi Tambah Bebani Rakyat, Tak Turunkan BBM Tapi Malah Naikkan BPJS Saat Corona Merenggut Penghasilan Rakyat

Proyek para gerombolan untuk memindahkan ibukota senilai Rp.466 Trilyun ditunda dulu, lanjutnya, jadi selain maksa tidak ada alasan yg kuat tergesa-gesa iya, tidak didukung dengan data, amdal yang sangat profesional, jauh lebih baik digunakan utk penguatan makro yg berdampak sistemik.

“Usulan kelima, aggaran proyek infrastruktur sebesar Rp. 24,53 Trilyun benar-benar kudu, harus, wajib, mesti dialihkan dulu untuk urusan nyawa rakyat, sebab kondisi ini bila gagal dimanage pada akhirnya hanya akan menimbulkan kesenjangan yg bisa berujung kerusuhan dan membuat negara Chaos,” tulisnya kembali.

Dan yang terakhir, tambahnya, fasilitas para komisaris, jajaran direksi di 142 perusahaan BUMN berupa perjalanan dinas, tunjangan ini itu, uang tiket perjalanan bisnis class, tunjangan jabatan, Listrik, pulsa, BBM, hendaknya dipangkas separuh. “Kurangi sedikit kenikmatan mu bung, demi rakyat.”

“Nah itulah 6 Usulan sederhana,  namun ini cukup untuk tidak perlu menaikkan Listrik rakyat, tidak perlu naikkan bpjs, tidak perlu membuat hidup rakyat yang sudah susah jadi makin susah. Sebab kalau anda cukup cinta dengan NKRI, saya yakin kalian setuju dengan Usulan-Usulan tersebut,” pungkas Petinggi PA 212 ini

Baca Juga : Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, ISTANA : Negara Dalam Situasi Sulit

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

Bagikan!!

About Admin

Check Also

PM Jepang Datang, Indonesia Dapat Utang Nyaris Rp 7 Triliun

PM Jepang Datang, Indonesia Dapat Utang Nyaris Rp 7 Triliun

PM Jepang Datang, Indonesia Dapat Utang Nyaris Rp 7 Triliun IKIZONE.COM, Suara Arah Publik – …

Leave a Reply