Ikizone.com – Suara Arah Publik – Berita Terbaru – Berita Terkini

Ekonomi

Data Ganda Bansos Sebabkan Penyaluran Bantuan Tidak Sesuai

Data Ganda Bansos

Selama adanya COvid-19 ini, pemerintah memang gencar dalam memberikan bantuan sosial baik berupa sembako maupun uang tunai. Hal tersebut tersebut untuk mengurangi dampak ekonomi dan juga sosial dari pandemic yang ada. Dibalik banyaknya masyarakat yang menerima bantuan, ternyata banyak sekali data ganda Bansos Kemensos yang dijadikan patokan pemberian bantuan.

Adanya data ganda tersebut menjadikan seseorang mampu menerima bantuan tidak hanya dari satu sumber saja. Tentunya hal ini mengharuskan dinas terkait untuk segera mengambil langkah agar data bantuan sosial ini bisa terintegrasi dan hanya memiliki identitas tunggal aja. Untuk lebih lanjutnya, simak ulasannya berikut ini!

Adanya Data Ganda Bansos

Data yang digunakan untuk acuan penerima bantuan sosial yang diberikan kepada rakyat ternyata memiliki jumlah yang ganda. Hal tersebut mengatakan bahwa setiap orang bisa saja menerima beberapa sumber bantuan. Setidaknya ada 21 juta data ganda bansos Kemensos yang kini sudah mulai diintegrasikan.

Adanya data ganda tersebut memiliki kesamaan dengan data kependudukan yang dikelola oleh Dukcapil. Tentunya hal terebutngharuan adanya pengontrolan agar mampu mengetahui data mana yang tunggal sehingga bansos bisa tersalurkan secara maksimal.

Mengintegrasi Data Yang Ada

Dengan adanya data yang ganda tersebut, tentu diperlukan adanya pengontrolan data yang dilakukan setidaknya satu bulan sekali. Pada Maret kemarin, setidaknya ada 21 juta lebih data yang dinonaktifkan dikarenakan masuk dalam kategori data ganda.

Adanya hal tersebut menjadikan jumlah penerima bantuan baik sosial maupun tunai mengalami perubahan.ketika sebuah sistem telah di integrasi, tentunya menjadi salah satu langkah untuk mengakomodasi sebuah dinamika sosial masyarakat.

Jenis Data Ganda

Selama ini ada berbagai macam jenis program pemerintah yang diberikan kepada masyarakatnya. Setidaknya data jenis PKH a Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang telah dinonaktifkan dan di ambil satu bantuan saja. Jenis bantuan tersebut yang biasanya berupa bahan pangan serta beberapa uang untuk kehidupan sehari-hari dalam program PKH.

Untuk bisa menonaktifkan jenis data tersebut, membutuhkan sebuah mekanisme khusus yang dilalui. Adanya prosedur seperti menggunakan berita acara dan juga dibutuhkan koordinasi dengan beberapa lembaga yang ikut terlibat didalamnya. Dalam upaya penyelarasan data ini, pihak pusat menyerahkan kepada setiap daerah untuk bisa melakukan perbaikan setidaknya setiap bulan dan melakukan penyaluran di minggu ketiga ataupun keempat.

Akses Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

Untuk mengatasi adanya data ganda bansos Kemensos ini, akhirnya dinas terkait melakukan sebuah integrasi data yang mana bisa terlihat mengenai identitas seseorang seperti halnya penerima bantuan PKH atau yang lainnya. Masyarakat bahkan juga dengan sudah untuk mengakses data yang telah diinput oleh Dinas terkait (sosial) dengan melewati https://cekbansos.kemensos.go.id/.

Dengan adanya sistem yang terintegrasi tersebut tentunya bisa meminimalisir adanya kecurangan oleh bantuan sosial yang ada baik dari penyaluran maupun penerima bansos. Adanya data ini menjadikan salah satu usaha untuk bisa memastikan bahadata setiap warga merupakan data tunggal. Dari website tersebut, masyarakat bahkan juga bisa mengetahui status bantuan apa yang didapatkannya.

Pada sistem DTKS tersebut memuat setidaknya 40% jumlah penduduk memiliki tingkat kesejahteraan sosial rendah. Adanya sistem ini dimaksudkan mampu menetapkan sasaran perlindungan sosial sehingga bisa perbaiki sebuah anggaran serta memaksimalkan sumber daya perlindungan yang lainnya.

Adanya sebuah data ganda bansos Kemensos ini memang menjadikan kesenjangan sosial dalam praktek kehidupan bermasyarakat. Ada masyarakat yang bahkan sama sekali tidak mendapatkan bantuan apapun, disisi lain terdapat seorang masyarakat yang mendapatkan bantuan ganda.

 

 

 

Bantu Bagikan !!!
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Popular

To Top