Ikizone.com – Suara Arah Publik – Berita Terbaru – Berita Terkini

Nasional

Kembali Terjadi Buruh Demo UU Ciptaker, Namun Terkendali dan Aman

Demo UU Ciptaker

Melanjutkan adanya aksi tolak diciptakannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja kembali  terjadi di Gedung Mahkamah Konstitusi. Beberapa kolaborasi dari Buruh di berbagai wilayah ini berunjuk rasa tepat dilaksanakannya sidang pertama dari UU tersebut. Jumlah buruh dalam demo UU Ciptaker ini diikuti setidaknya sepuluh ribu orang dimana terdiri dari 24 provinsi dan juga 150 kabupaten.

Tentunya ketika melihat jumlah demo tersebut, terbilang sangat besar dan mengharuskan antisipasi dari pihak aparat setempat. Bahkan tidak hanya di Gedung Mahkamah Konstitusi saja, unjuk rasa tersebut juga hendak dilakukan di beberapa tempat yang lainnya, untuk lebih lanjut simak ulasan berikut ini!

Sekilas Tentang UU Ciptaker 2020

Adanya sebuah undang-undang tentang Cipta Kerja yang diluncurkan pada 2020 silam memang menjadikan aksi unjuk rasa yang tidak berkesudahan hingga sekarang. Banyak sekali perdebatan akibat dari munculnya UU Ciptaker ini. Pada dasarnya UU ini merupakan sebuah upaya untuk melakukan reformasi secara struktural dimana menjadi langkah untuk menghilangkan hambatan dalam berinvestasi.

Sebuah rasio investasi yang mengangkat Produk Domestik Bruto memunculkan angka yang naik sehingga terbilang kurang efektif. Dengan adanya birokrasi yang panjang dengan akan menjadikan salah satu langkah untuk mengefisienkan investasi yang ada di Indonesia tersebut.

Bahkan bagi perusahaan, sejak adanya corona ini, roda perekonomian dan juga operasional perusahaan sangatlah lambat. Dari adanya hal tersebut, maka diciptakanlah UU tentang Cipta Kerja Tersebut. Meskipun begitu, banyak sekali pro kontra dari hasil Undang-Undang ini.

Pelaku Demo Buruh UU Ciptaker

gabungan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan juga Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksinya di gedung Mahkamah Konstitusi. Dari ribuan buruh yang melakukan unjuk rasa ini, namun buruh yang diizinkan untuk masuk dalam gedung MK hanya beberapa saja. Tentunya hal tersebut menjadikan salah satu efisiensi dari unjuk rasa yang dilakukan.

Dari perwakilan buruh yang masuk tersebut, buruh lainnya diharapkan untuk menunggu di depan atau sekitar gedung Mahkamah Konstitusi tersebut. tentunya setelah diberikan arahan dan juga respon, nantinya perwakilan dari buruh yang masuk ke Gedung Mahkamah Konstitusi di harapan melakukan orasi dan pencerahan kepada buruh yang lainnya.

Meskipun dipersilahkan untuk melakukan unjuk rasa, namun pemerintah tetap menghimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Hal ini mengingat dengan adanya Covid-19 yang hingga saat ini masih belum bisa teratasi secara 100%.

Keamanan Mengantisipasi Buruh Demo UU Ciptaker

Adanya unjuk rasa atau demo yang ditujukan kepada penolakan atas diciptakannya UU Ciptaker tersebut. Kepala Kepolisian Sektor Metro Gambir menyiapkan setidaknya tiga ratus personel gabungan petugas. Gabungan personel tersebut merupakan kolaborasi dari Samapta Polda metro Jaya dan juga Brimob.

Petugas tersebut diarahkan untuk pengamanan mulai dari pintu Monas, Gambir, dan tempat yang sekiranya dijamah oleh para buruh lainnya. Dari disiapkannya personel yang terbilang tidak sedikit tersebut diharapkan demo akan berjalan lancar dn tidak terjadi aksi anarki.

Petugas keamanan juga mengantisipasi bahwa demo yang dilakukan akan dilakukan kisaran pukul 09.00 sampai 12.00. kelanjutan dari pembatalan atau pencabutan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 ini memang membutuhkan pengawalan yang awas.

Meskipun adanya buruh demo UU Ciptaker tersebut, namun kondisi lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa masih terbilang lancar dan tidak terhambat. Aktivitas kegiatan yang lainnya tidak terkendala meskipun adanya peristiwa unjuk rasa yang diadakan oleh buruh tersebut.

 

 

 

 

Bantu Bagikan !!!
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Popular

To Top