Ikizone.com – Suara Arah Publik – Berita Terbaru – Berita Terkini

Nasional

Dipimpin Said Aqil PT KAI Rugi Rp315 Miliar, Fahmi Alkatiri: Doa Komisaris Kurang Makbul

Dipimpin Said Aqil PT KAI Rugi Rp315 Miliar, Fahmi Alkatiri: Doa Komisaris Kurang Makbul

PT KAI Rugi

Suara Arah Publik – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp315,9 miliar pada kuartal I 2020. Kondisi ini berbanding terbalik dengan periode sama tahun sebelumnya di mana perseroan masih mencetak laba sebesar Rp276,7 miliar.

Berdasarkan Laporan Keuangan PT KAI yang diunggah ke Keterbukaan Informasi BEI, kerugian disebabkan tergerusnya jumlah pendapatan dari Rp5,3 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp3,4 triliun pada kuartal I tahun ini.

Doa Komisaris PT KAI Said Aqil Siradj kurang makbul dengan adanya kerugiaan perusahaan kereta api milik negara itu mengalami kerugiaan Rp 315 miliar.

“Rupanya doa pak komisaris kurang makbul,” kata Fahmi Alkatiri di akun Twitter-nya @FKadrun.

Fahmi Alkatiri mengatakan seperti itu menanggapi berita dari kompas.com berjudul “Pendapatan Anjlok, KAI Rugi Rp315 Miliar”.

Baca Juga : Ustadz Adi Hidayat Salurkan Rp 14,3 Miliar untuk Palestina Lewat Majelis Ulama Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menjadi Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pengangkatan itu diputuskan dalam rapat yang berlangsung pada Rabu (3/3/2021) siang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp315,9 miliar pada kuartal I 2020. Kondisi ini berbanding terbalik dengan periode sama tahun sebelumnya di mana perseroan masih mencetak laba sebesar Rp276,7 miliar.

Berdasarkan Laporan Keuangan PT KAI yang diunggah ke Keterbukaan Informasi BEI, kerugian disebabkan tergerusnya jumlah pendapatan dari Rp5,3 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp3,4 triliun pada kuartal I tahun ini.

VP Public Relation PT KAI Joni Martinus mengatakan tergerusnya pendapatan pada tahun lalu masih berlanjut hingga sekarang. Pasalnya okupansi penumpang belum pulih seiring dengan diberlakukannya pembatasan masyarakat untuk bepergian.

Page Facebook : Suara Arah Publik

Bantu Bagikan !!!
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Popular

To Top