Hasto Kristiyanto Akui Penyuap Komisoner KPU Kader PDIP, Tapi Bukan Utusan Partai

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto
Hasto Kristiyanto Akui Penyuap Komisoner KPU Kader PDIP, Tapi Bukan Utusan Partai

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTASekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan terdakwa kasus dugaan Penyuap Komisoner KPU atas pergantian antarwaktu (PAW) DPR RI, Saeful Bahri, adalah kader PDIP. Namun, menurut Hasto, Syaeful bukanlah anggota pengurus partai.

Hal itu diungkapkan Hasto saat bersaksi di persidangan Saeful Bahri melalui video teleconference, Kamis (16/4/2020). Hasto awalnya menjelaskan tugas pokok dan fungsinya kepada jaksa KPK sebagai Sekjen PDIP. Hasto lalu membenarkan perihal tersangka Penyuap Komisoner KPU Saeful adalah kader PDIP.

“Saudara terdakwa adalah anggota PDIP. Saudara terdakwa tidak memiliki kedudukan di dalam struktur DPP partai, tak memiliki jabatan struktural di dalam PDIP,” kata Hasto.

Hasto mengatakan awal pertemuannya dengan Saeful pada 2003, saat dirinya hendak mengurus persyaratan untuk maju sebagai calon anggota DPR RI melalui PDIP. Hasto menyebut, saat bertemu Saeful pada 2003 itu, Saeful sudah menjadi kader PDIP.

“Saya kurang ingat terhadap hal tersebut. Tapi, pada saat kami bertemu pada tahun 2003 yang bersangkutan adalah Kader PDIP,” kata Hasto.

Baca Juga : Wahyu Setiawan Mantan Komisioner KPU Akui Habiskan Rp50 Juta Karaokean Bareng Politisi PDIP

Hasto juga mengaku mengenal Agustiani Tio Fredelina, yang juga terdakwa dalam kasus ini. Hasto juga menyebut Tio adalah kader PDIP dan pernah mengurus Departemen PDIP.

“Benar kenal, yang bersangkutan Kader PDIP, dan pernah menjadi pengurus departemen PDIP,” katanya.

Sebelumnya, Agustiani Tio Fridelina saat bersaksi mengungkapkan bahwa Saeful Penyuap Komisoner KPU adalah kader PDIP. Dia menyebut Saeful pengurus di bagian situation room PDIP.

“Kalau di dalam partainya sendiri ada namanya apa sih, tapi tidak dilaporkan secara resmi ke Kumham. Itu berada di situation room namanya, tapi saya jabatannya tidak mendalami. Tapi sama-sama kader PDIP karena beberapa kali kita tugas bersama,” tutur Tio saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/4).

Untuk diketahui, berdasarkan website pdiperjuangan.id, Pusat Analisa dan Pengendali Situasi (Situation Room) dikepalai oleh Prananda Prabowo. Prananda merupakan anak Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri

Baca Juga : Ketua KPU Arief Budiman Dipanggil KPK, Terkait Kasus Suap Komisioner KPU

Sementara itu, Hasto membantah PDIP mengutus Saeful bahri mengurus PAW Harun Masiku. Kata dia, PDIP mengutus Donny Tri Istiqomah untuk mengurus hal tersebut. Dia bahkan menegaskan tidak ada orang lain, selain Donny yang ditugaskan untuk mengurus perihal tersebut.

“Kami hanya menugaskan Donny Tri Istiqomah dengan melalui surat tugas. untuk menjelaskan putusan Mahkamah Agung ataupun Fatwa Mahkamah Agung. Dari kami mengeluarkan surat tugas kepada saudara Donny untuk jalankan itu, kami juga kirim surat khusus ke KPU agar KPU juga menjalankan fatwa MA itu,” ujar Hasto.

“Selain Donny, apakah saudara juga memberikan kuasa ke orang lain soal permohonan ini?” tanya jaksa.

“Tidak, surat tugas hanya diberikan DPP kepada Donny Tri Istiqomah, tidak ke yang lain,” sebut Hasto.

Kemudian, jaksa menanyakan kepada Hasto mengenai peran terdakwa Saeful Bahri dan Agustiani Tio Fridelina dalam pengajuan permohonan PDIP ke KPU tersebut. Hasto menyebut baik Saeful dan Agustiani Tio tidak diutus oleh DPP PDIP untuk mengurus permohonan PDIP ke KPU tersebut. Sebab, menurut Hasto, setiap penugasan dari DPP PDIP selalu disertai surat tugas resmi.

“Saya tidak pernah meminta tolong atau memberikan tugas kepada Agustiani Tio, bahkan saya juga tidak berkomunikasi kepada Agustiani tio. Kami belum pernah berikan penugasan ke pada Ibu Tio karena surat tugas hanya diberikan ke Donny,” kata Hasto.

Baca Juga : Anggota Fraksi PDIP Andreas Hugo Minta Dewan Tak Menolak Uang DP Mobil Rp 116.650.000, Sudah Dianggarkan itu Hak

Namun, Hasto mengaku baru mengetahui jika Saeful ikut mengurusi permohonan itu pada Desember 2019. Menurutnya, keikutsertaan Saeful mengurus permohonan PDIP ke KPU ini atas inisiatif dari Donny, tidak ada perintah resmi dari PDIP.

“Mohon izin saya sampaikan setiap penugasan dari DPP partai itu selalu disertai dengan surat tugas. Dalam pelaksanaan keputusan MA dan fatwa MA hanya kami berikan kepada Donny Tri Istiqomah. Namun dalam pelaksanaannya kami mengetahui bahwa saudara Saeful dibawa Donny untuk bersama-sama membantu tugas-tugas tersebut, saya ketahui itu pada Desember. Dengan demikian partai tidak pernah beri penugasan kepada Saeful karena itu inisiatif yang dilakukan Donny,” ungkap Hasto.

Dalam sidang ini, Saeful Bahri duduk sebagai terdakwa. Saeful Bahri didakwa memberikan suap kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan senilai total SGD 57.350 atau setara Rp 600 juta melalui Agustiani Tio. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan eks Caleg PDIP Harun Masiku.

Uang diberikan dengan maksud agar Wahyu Setiawan mengupayakan KPU RI menyetujui permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Partai PDI Perjuangan dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI Dapil 1 Sumsel kepada Harun Masiku Dapil 1 Sumsel. (NA)

Baca Juga : Komisioner KPU Evi Novida Di Pecat, Ketua KPU RI & CS diberi Peringatan Keras

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

Bagikan!!

About Admin

Check Also

Polisi Gerak Cepat Tangkap Gus Nur, Bagaimana Kasus Denny Siregar & Abu Janda?

Polisi Gerak Cepat Tangkap Gus Nur, Bagaimana Kasus Denny Siregar & Abu Janda?

Polisi Gerak Cepat Tangkap Gus Nur, Bagaimana Kasus Denny Siregar & Abu Janda? IKIZONE.COM, Suara …

Leave a Reply