Indonesia Siap Terima Eksodus Investor dari Tiongkok

Indonesia Siap Terima Investor dari Tiongkok, China, Berita terkini, viral, Berita hari ini,

Indonesia Siap Terima Eksodus Investor dari Tiongkok
Indonesia Siap Terima Eksodus Investor dari Tiongkok

SUARA ARAH PUBLIK – Pemerintah berupaya menggaet kembali para investor dunia. Khususnya mereka yang hendak memindahkan pabriknya dari Tiongkok akibat pandemi Covid-19. Indonesia menyiapkan sejumlah kawasan industri di Jawa Tengah (Jateng). Salah satunya kawasan industri di Kabupaten Batang.

Upaya itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menengok lahan yang akan menjadi kawasan industri tersebut kemarin (30/6). Presiden mengungkapkan, hanya ada satu alasan pemerintah membuka kawasan industri di Batang.

”Kita ingin membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” ujar dia.

Investor yang disasar utamanya adalah mereka yang hendak memindahkan pabriknya dari Tiongkok. Baik itu pengusaha Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Amerika Serikat, maupun investor dari negara mana pun. Jokowi sudah memerintah menteri dan kepala BKPM melayani para investor tersebut bila hendak pindah ke Indonesia.

Baca Juga : Sempat Menolak, Gubernur Sultra Kini Terima 500 TKA China Masuk Wilayahnya

Dalam urusan perizinan, misalnya, prosedurnya harus semudah mungkin sehingga investor merasa dilayani. Begitu pula urusan pembebasan lahan, harus dibantu secara maksimal. Investor yang belum memiliki lahan bisa difasilitasi di Batang. ”Kita akan siapkan kurang lebih 4.000 hektare di sini,” lanjut mantan wali kota Solo itu.

Untuk tahap pertama akan disiapkan 450 hektare. Jokowi mencontohkan perusahaan LG, bila hendak pindah hari ini juga, misalnya, bisa langsung masuk ke Batang. Tidak perlu mengurus apa-apa lagi karena semuanya ditangani BKPM dan dibantu para kepala daerah. Yang penting, investasi itu bisa membuka lapangan pekerjaan yang besar bagi masyarakat.

Presiden menuturkan, untuk saat ini ada 119 perusahaan yang berpotensi hengkang dari Tiongkok. ”Jangan sampai kita tidak mendapatkan perusahaan-perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia,” tuturnya. Jangan kalah dengan negara-negara lainnya. Bila negara lain menawarkan harga tanah Rp 500 ribu, Indonesia harus bisa mematok di bawahnya, misalnya Rp 300 ribu.

Bila di negara lain izin bisa didapat dalam tempo seminggu, di Indonesia harus tuntas dalam dua hari. Jangan sampai kejadian tahun lalu terjadi lagi. Ada 33 perusahaan dari Tiongkok yang eksodus, tapi tidak satu pun yang masuk ke Indonesia. ”Saya senang hari ini sudah ada yang masuk tujuh. Sudah pasti ini yang tujuh,” ucap Jokowi kemarin. Kemudian, masih ada 17 perusahaan lain yang berkomitmen besar untuk masuk.

Baca Juga : Gelombang ke-2 TKA Asal China Tiba di Sultra, Massa Aksi Dipukul Mundur Polisi

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, lahan yang menjadi lokasi kawasan industri Batang adalah milik perusahaan BUMN, yakni PTPN IX. ”Sehingga tidak ada isu ke depan untuk relokasi ataupun mandeknya perizinan,” terangnya. Selain itu, akan dipadukan pula dengan kawasan industri lain seperti Brebes dan Kendal.

Juga akan dipadukan dengan jalur tol dan kawasan wisata unggulan Jateng seperti Borobudur. Keberadaan kawasan industri di Batang akan menjadikan Pulau Jawa sebagai sentra manufaktur. Sebab, di Jawa Barat sudah ada kawasan industri Cikarang dan di Jawa Timur ada kawasan industri Gresik.

Baca Juga : Pedemo Sebut Polisi Beri Karpet Merah TKA China di Sultra

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About Admin

Check Also

PM Jepang Datang, Indonesia Dapat Utang Nyaris Rp 7 Triliun

PM Jepang Datang, Indonesia Dapat Utang Nyaris Rp 7 Triliun

PM Jepang Datang, Indonesia Dapat Utang Nyaris Rp 7 Triliun IKIZONE.COM, Suara Arah Publik – …

Leave a Reply