Ikizone.com – Suara Arah Publik – Berita Terbaru – Berita Terkini

Nasional

Komnas HAM Minta Otsus Papua Dievaluasi Segera Sebelum Konflik Semakin Bertambah

Komnas HAM Minta Otsus Papua Dievaluasi

Belakangan beredar kabar jika konflik yang terjadi di Provinsi Papua semakin bertambah besar. Bahkan sampai menyebabkan seorang tenaga pendidik yang berada di sana meninggal dunia. Laporan akan hal tersebut dilayangkan pada tanggal 8 bulan April lalu. Maka dari itu pihak Komnas HAM minta Otsus Papua dievaluasi karena dinilai tidak mengalami perkembangan yang signifikan dalam mengatasi konflik. 

Otonomi khusus tersebut termuat dalam sebuah undang-undang pemerintah pada nomor 21 tahun 2021. Adapun korban pendidik yang dimaksud merupakan seorang guru pada tingkat Sekolah Dasar akibat tertembak. Selain itu juga ada sejumlah sekolah yang dibakar pada wilayah distrik Beoga. Berikut informasi mengenai permintaan Komnas HAM untuk mengevaluasi Otsus:

Saran Beka Ulung Hapsara Selaku Komisioner Komnas HAM 

Hal pertama yang diutarakan Beka dalam sudut pandangnya bahwa pihak dari pemerintah bagian pusat seharusnya melakukan tahap pengevaluasian. Terhadap tingkat komprehensif mengenai pelaksanaan otonomi khusus yang ada di Papua. Kemudian dilanjutkan mengenai pendapatnya yang kedua tentang komunikasi serta hubungan kedua belah pihak supaya dilakukan dengan lebih baik dan intensif. 

Kedua belah pihak yang dimaksud tidak lain yaitu pihak pemerintah pusat dan juga pihak dari pemerintah daerah. Hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pemerintah daerah bisa bekerja dengan baik untuk para warganya. Selain itu Beka juga berpendapat kepada pemerintah agar mengoptimalkan kinerja beberapa peran. 

Diantaranya seperti peran para aparat keamanan serta para penegak hukum yang bertugas. Tidak lain supaya setiap pelaku tindak kekerasan yang bahkan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang bisa ditindak lanjuti dan diproses secara hukum. Selain itu juga bisa dijadikan pencegahan agar tindakan semacam itu tidak berulang kembali. 

Laporan Kekerasan di Papua

Tercatat tidak hanya sekali maupun dua kali kejadian kekerasan yang ada di Papua. Hal ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh pihak dari Komnas HAM. Pasalnya hampir setiap bulan laporan yang mengatakan bahwa terdapat kejadian kekerasan di daerah Papua didapatkan oleh Komnas HAM. Dimana kebanyakan korban datang dari kalangan masyarakat sipil. 

Maka dari itu Beka salah satu pihak dari Komnas HAM minta Otsus Papua dievaluasi sebelum konflik semakin bertambah. Pemerintah pun tidak bisa abai begitu saja, sehingga Beka mendorong supaya aparat keamanan ikut melakukan pengusutan terkait kasus tersebut dengan sesegera mungkin. Melalui pihak Kepolisian Republik Indonesia supaya para pelaku bisa segera ditemukan. 

Rasa Aman Yang Mulai Berkurang 

Beka juga mengutarakan bahwa apabila banyak sekolah dibakar dan para siswa tidak bisa merasakan bangku pendidikan sebagaimana mestinya. Hal tersebut tentu salah satu peristiwa yang mengancam HAM dalam kasus hak atas pendidikan itu sendiri. Pendapat dari Beka mengatakan bahwa warga yang ada di Papua membutuhkan rasa aman untuk melakukan berbagai aktivitas. 

Tercatat bahwa sebelumnya juga terjadi penembakan yang menjadikan warga masyarakat sebagai korban. Yakni dua orang yang juga berprofesi sebagai guru dengan nama Yoanatan Randen dan satunya lagi bernama Oktavianus Raya. 

Keduanya menjadi korban tembak sebab dianggap sebagai mata-mata yang berasal dari pihak TNI Polri. Kejadian tersebut telah diakui oleh sebuah kelompok pembebasan Papua atau TPNPB-OPM bahwa hal tersebut memang perbuatannya. 

Itulah pembahasan tentang Komnas HAM minta Otsus Papua dievaluasi dengan segera sebelum konflik semakin bertambah. Yang bisa menyebabkan korban berjatuhan yang semakin banyak. Diketahui bahwa kehidupan yang ada di sebagian daerah Papua tengah dilanda konflik. Dikarenakan terdapat sebuah organisasi yang menginginkan tanah Papua merdeka.

 

Bantu Bagikan !!!
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Popular

To Top