Luhut Tantang Pengkritik Utang, DR.Djamester Terima Tantangan, PKS: Debat Harus di Fasilitasi

Luhut Tantang Pengkritik Utang, DR.Djamester Terima Tantangan, PKS: Debat Harus di Fasilitasi
Luhut Tantang Pengkritik Utang, DR.Djamester Terima Tantangan, PKS: Debat Harus di Fasilitasi

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTALuhut Tantang Pengkritik kebijakan utang negara yang dilakukan pemerintah, tantangan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diterima dengan baik oleh dosen senior dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, DR. Djamester Simarmata.

Luhut Tantang Pengkritik Utang, PKS Mintak Debat Harus Difasilitasi Agar Tahu Kalau Pemerintah Tak Sanggup Selesaikan Utang Negara. Tantangan debat mengenai kondisi ekonomi dan utang Indonesia yang dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan perlu direalisasikan.

“Menarik ini. Patut ditindaklanjuti dan direalisasikan debat itu. Jangan hanya berdebat kusir di dunia maya atau media massa,” ujar politisi PKS, Nasir Djamil, Kamis (4/6)

Baca Juga : PDIP Tolak TAP MPRS Tentang Larangan Ajaran Komunisme di Indonesia Masuk RUU HIP

Dengan adanya debat terbuka yang difasilitasi, nantinya publik bisa menilai kedua belah pihak, baik Menko Luhut maupun penantang, yakni dosen senior UI Fakultas Ekonomi, DR Djemasar Simarmata.

“Saya pikir UI perlu memfasilitasi debat terbuka ini sehingga publik mengetahui kapasitas dan kompetensi para pendebat,” katanya.

Bukan tanpa alasan, persoalan ekonomi dan utang Indonesia memang harus dibuka secara gamblang di depan publik. Sebab selama ini, persoalan krusial tersebut hanya mengemuka ke publik dan menjadi bola liar tanpa adanya penjelasan yang memuaskan dari pemerintah.

“Justru jika terjadi debat, maka publik terutama kalangan akedemisi, akan menilai bahwa pemerintah dan Pak Luhut tidak siap dan tidak sanggup menyelesaikan masalah kebijakan keuangan dan utang negara,” tutup anggota Komisi III DPR RI ini

Baca Juga : Jokowi Ingin Tiru Korsel Lacak Positif Corona Pakai GPS

Sebelumnya, Luhut Pandjaitan menantang setiap pengkritik kebijakan utang negara yang dilakukan pemerintah untuk bertatap muka dengannya.

“Jadi kalau ada yang mengkritik kami (pemerintah), sini saya juga pingin ketemu. Jadi jangan di media sosial saja. Nanti ketemu kami, ngomong. Enggak usah ngomong di TV-lah, ketemu saya sini ,” kata Luhut melalui diskusi virtual di Jakarta, Selasa (2/6).

Dengan jumawa, Luhut yang mengaku berlatar belakang ekonomi merasa yakin bisa menjawab setiap data yang disajikan para pengkritik.

”Saya bisalah jawab itu. Tapi, jangan rakyat dibohongin,” kata Luhut.

Bak gayung bersambut, tantangan Luhut diterima oleh dosen senior dari UI yang memang lantang pada kebijakan utang pemerintah.

Dia adalah DR. Djamester Simarmata yang berdasarkan situs http://staff.ui.ac.id, mengajar mata kuliah ekonomi sektor publik. Salah satu buku yang pernah diterbitkannya berjudul “Analisa Proyek Publik dan Pemerataan”, yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbit FEUI pada tahun 1990.

Selain itu, Djamester Simarmata juga kerap membuat tulisan di sejumlah media. Salah satunya berjudul “Utang Luar Negeri Gerus Pertumbuhan Ekonomi”.

Baca Juga : Jokowi Minta Pembukaan Rumah Ibadah Tunggu Corona Menurun

Melalui akun Twitter pribadinya, Djamester Simarmata menyanggupi tantangan Luhut Binsar Pandjaitan.

“Caranya gimana? Saya termasuk yang tidak setuju (utang). Tolong ditentukan waktunya, saya persiapkan bahan!” tegasnya, Kamis (4/6).

Djamester Simarmata mengaku sudah pernah menerbitkan tulisan mengenai utang pada tahun 2007 lalu. Kala itu tulisannya diterbitkan hingga 24 halaman dalam Jurnal Ekonomi.

“Tentang utang. Dalam Jurnal Ekonomi, no. 1 tahun 2007, paper saya dalam Kongres ISEI di Manado diterbitkan, hal 1-24. Di situ saya hitung, tingkat utang sustainable 29,2 persen PDB, total utang dalam  negeri dan luar negeri. Kemkeu anggap itu hanya ULN. Data 2019 total utang DN+LN telah > 60 persen,” urainya.

Singkatnya, dia memastikan setiap kritik yang disampaikan sudah berdasarkan data dan perhitungan matang. Djamester Simarmata juga memastikan dirinya bukan orang yang sekadar teriak tapi tanpa ada dasar yang jelas.

“Di luar ini saya sedang nulis buku kecil tentang perbankan, moneter, dan pembangunan. Tadinya saya harap jawaban datang dari Menkeu & Wamenkeu,” tuturnya.

“Apa artinya bila total utang telah lebih dari 60 persen PDB? Untuk ini sebelum saya lanjutkan, tolong di cari apa kata Stiglitz, sebab ini terkait dengan isu yang marak baru-baru ini tentang moneter: ada MMT yang dipopulerkan oleh Mardigu, dan saya amat dukung NCT, dekat ide Richard Werner,” demikian Djamester Simarmata. 

Baca Juga : Luhut Menegaskan, Pemerintah Akan tetap Pakai TKA Asal China Karena Dibutuhkan

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

Bagikan!!

About Admin

Check Also

PKS: Silahkan Saja Presiden Mau Reshuffle Kabinet, Kami Tetap Oposisi!

PKS : Silahkan Saja Presiden Mau Reshuffle Kabinet, Kami Tetap Oposisi!

PKS: Silahkan Saja Presiden Mau Reshuffle Kabinet, Kami Tetap Oposisi! SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – …

Leave a Reply