Ikizone.com – Suara Arah Publik – Berita Terbaru – Berita Terkini

Politik

Pedas! Risma Jabat Mensos dan Walikota, Pengamat : Baru Menjabat Sudah Langgar UU

Pedas! Risma Jabat Mensos dan Walikota, Pengamat : Baru Menjabat Sudah Langgar UU

Pedas! Risma Jabat Mensos dan Walikota, Pengamat : Baru Menjabat Sudah Langgar UU

IKIZONE.COM, Suara Arah Publik – Tri Rismaharini kader PDIP kini sedang disorot setelah mendapatkan jabatan baru, yakni Menteri Sosial, menggantikan Juliari P Batubara Kader PDIP yang terjerat kasus korupsi Bansos Corona. Risma disebut-sebut melanggar Undang Undang karena merangkap jabatan.

Pengamat sekaligus mantan aktivis ICW, Emerson Yuntho menganggap Risma telah melanggar aturan karena belum melepas jabatan lama sebagai Wali Kota Surabaya.

Emerson Yuntho mengatakan, Risma sudah seharusnya mundur dari Walikota Surabaya karena seorang menteri dilarang rangkap jabatan pejabat negara.

“Ibu Risma ketika sudah dilantik jadi Mensos harus mundur dari Wali Kota Surabaya. UU Kementerian melarang menteri (dan wakil menteri) rangkap jabatan pejabat negara,” tulis Emersyon Yuntho lewat jejaring Twitter miliknya, Rabu (23/12/2020).

Baca Juga : Irma Nasdem Soalkan Sandiaga sebagai Menteri : Percuma Kami Berdarah-darah di Pilpres

Emerson Yuntho menyertakan sejumlah peraturan perundang-undangan yang mengatur soal rangkap jabatan pejabat negara, diantaranya UU Nomor 39 Tahun 2008 Pasal 23 nomor a.

Dalam pasal itu, terdapat aturan bahwa menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Adapun siapa saja yang termasuk dalam pejabat negara diatur dalam Pasal 122 UU Nomor 5 Tahun 2014, salah satunya adalah Wali Kota sebagaimana tertera dalam huruf m.

Oleh sebab itu, maka tidak dibenarkan apabila Risma sebagai menteri juga menjabat wali kota.

Emerson Yuntho lalu menyoroti Risma yang beralasan sudah izin Presiden Jokowi untuk menyelesaikan jabatannya sebagai wali kota karena hanya tersisa dua bulan saja.

“Jadi kalau Risma beralasan – sudah izin Presiden atau kan tinggal dua bulan – itu bukan alasan pembenar. Pedomannya harus mengacu ke UU Kementerian. Masa iya baru menjabat sudah melanggar UU, toh Bu. Mbok ya mundur dari Wali kota,” terang Emerson Yuntho.

Lebih lanjut, Emerson Yuntho menjelasakan kemungkinan yang bisa terjadi apabila Risma enggan melepas jabatannya sebagai wali kota.

Menurut dia, rangkap jabatan bisa menjadi alasan bagi Presiden untuk memberhentikan menteri sebagaimana Pasal 24 UU Kementerian.

“Mas Abang Kak Buya Eson, mau tanya bagaimana kalau Bu Risma ngeyel gak mau lepas jabatan? Selain melanggar UU dan etika pejabat, rangkap jabatan juga menjadi dasar bagi Presiden untuk memberhentikan Menteri (Pasal 24 UU Kementerian),” pungkasnya.

Emerson Yuntho kemudian mengatakan, responsnya tersebut penting disuarakan agar Risma bisa fokus bekerja sebagai Mensos tanpa ada gangguan dari Surabaya dan menghindari konflik kepentingan.

“Respons ini penting disuarakan. Pertama, agar Bu Risma fokus pada kerja Kemensos yang pasti menyita waktu dan tenaga. Serahkan saja sisa beberapa bulan ke Wakil Walikota. Kedua, menghindari konflik kepentingan. Kalaupun Ibu minta mundur dari Walkot, Jokowi pasti mahfum kok,” terang Emerson Yuntho.

Dalam cuitan terpisah, Emerson Yuntho seperti melihat Presiden Jokowi tidak cermat membaca UU Kementerian lantaran hal semacam ini bisa terjadi.

Kunjungi Page Facebook : Suara Arah Publik indonesia

Bantu Bagikan !!!
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Popular

To Top