Ikizone.com – Suara Arah Publik – Berita Terbaru – Berita Terkini

Ekonomi

Bahaya Pinjaman Online Ilegal, Menggiurkan tapi Mematikan

Pinjaman Online Ilegal

Pinjaman online merupakan produk keuangan yang digunakan mendapatkan dana secara cepat, terlebih untuk kebutuhan urgensi. Meski mudah diakses melalui smartphone, sayangnya masih saja disalahgunakan oleh para rentenir atau lintah darat. Biasanya pinjaman online ilegal menawarkan bunga rendah dan limit yang menggiurkan pada calon nasabahnya.

Pada kenyataannya, tindakan illegal ini dilakukan tanpa kesepakatan hitam di atas putih bahkan peminjam akan diteror dengan bunga selangit. Motif pinjaman tanpa dasar hukum yang jelas, dan tidak diawasi langsung oleh OJK patut diwaspadai. Kendati demikian, sebagai warga yang tinggal di negara hukum tidak perlu khawatir terlebih dengan adanya UU ITE.

Pernah pada suatu kasus dimana seorang sopir taksi bunuh diri karena psikisnya tidak kuat menghadapi ancaman debt collector yang bertubi-tubi. Sebelum melakukan aksi bunuh diri, Almarhum menulis surat untuk keluarganya. Penggalan surat berisikan permintaan terakhirnya agar OJK dan pihak berwajib untuk memberantas pinjaman online yang menjebak.

Data-data Nasabah yang Disebar ke Pihak Lain

Co-Founder Digilai Studio, Yosua Markus Mariwu pernah menyelidiki beberapa pinjol dengan sengaja meminjam dana. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana cara kerja aplikasi tersebut alhasil ditemukan adanya pelanggaran. Diantaranya data nasabah akan disebarkan ke lembaga sama lainnya ditandai dengan masuknya banyak SMS dan whatsapp setelahnya.

Artinya data nasabah sudah disebarkan atau bisa juga diperjualbelikan ke berbagai pihak lain. Akan tetapi lebih mengkhawatirkan, di aplikasi ini biasanya bisa mengakses kontak maupun galeri nasabah peminjam. Oleh karena itu pastikan jasa yang dipilih telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Belum lagi debt collector yang mengancam akan menyebarkan KTP dan foto pribadi ke semua kontak nasabah padahal belum jatuh tempo. Sebab proses peminjaman bisa dilanjutkan jika izin kepada aplikasi untuk mengakses kontak sudah diberikan. Tak cukup itu saja, besaran bunga yang diberikan tergolong tidak masuk akal bahkan di luar dari standar OJK.

Standarnya, bunga yang dikenakan tidak boleh lebih besar dari 0,8 persen per harinya. Pengenaan bunga maksimal ini merupakan bagian dari kode etik yang disusun oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Namun pinjol ilegal bisa melebihi apa yang disepakati dengan tenor yang singkat.

Memang mengherankan kenapa masih banyak pinjaman online ilegal dengan mudah ditemui di App Store. Seharusnya OJK, Kominfo serta Kepolisian bekerja sama untuk membasmi lintah darat online tersebut. Meski telah diblokir pasti membuat baru lagi, tapi kalau ditangkap bakal menimbulkan efek jera serta lintah darat lainnya juga pasti ketakutan.

Jadikan Hukum sebagai Tameng Perlindungan

Selektif harus diterapkan apabila benar-benar akan menggunakan jasa ini, pastikan juga keamanan dari penyedia jasa yang dipilih. Jangan langsung mempercayai para penawar pinjaman yang menyertakan bukti keterdaftaran resmi secara hukum. Untuk memastikan berizin di OJK dapat menghubungi kontak OJK atau layanan whatsappnya.

Pelanggaran oleh pinjaman online ilegal bisa dikenakan pasal dalam undang-undang terkait. Tepatnya Pasal 32 juncto Pasal 48 UU No. 11 Tahun 2008 Juncto UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE. Jika disertai dengan ancaman maka dapat dijerat dengan Pasal 368 KUHP dan Pasal 29 jo Pasal 45B UU ITE.

Apabila dijumpai ancaman atau mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan maka jangan ragu melaporkannya ke pihak kepolisian. Disarankan untuk tidak mengadu kepada OJK sebab hal ini akan dinilai sebagai hukum perdata. Ujung-ujungnya akan masuk restrukturisasi hutang, seolah-olah yang ilegal jadi kesannya legal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar terbaru penyelenggara fintech lending yang terdaftar dan telah memiliki izin. Melansir OJK, total jumlah penyelenggara fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK adalah 146 perusahaan.OJK mengimbau masyarakat untuk menggunakan fintech lending yang telah terdaftar atau memiliki izin resmi.

 

Bantu Bagikan !!!
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Popular

To Top