Ruang Guru Milik Stafsus Jokowi Dapat Proyek Kartu Prakerja Rp5,6 Triliun

Ruang Guru Milik Stafsus Jokowi Dapat Proyek Kartu Prakerja Rp5,6 Triliun
Ruang Guru Milik Stafsus Jokowi Dapat Proyek Kartu Prakerja Rp5,6 Triliun

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTAStaf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden Jokowi kembali di duga bermain proyek. Ruang Guru milik stafsus jokowi dapat proyek Kartu Prakerja senilai Rp 5,6 Triliun adalah Adamas Belva Syah Devara

Belum genap seminggu kita di hebohkan dengan terbongkar staf khusus milenial Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra menggarap proyek penanganan COVID-19 di desa-desa, kini sudah muncul kasus baru.

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian telah menunjuk perusahaan penyedia layanan pendidikan berbasis teknologi terbesar di Asia Tenggara, Ruangguru sebagai salah satunya mitra dalam proyek Kartu Prakerja senilai Rp5,6 triliun. Salah satu pendiri perusahaan aplikator itu Stafsus Presiden, yakni Adamas Belva Syah Devara.

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyoroti tentang penunjukan itu. Apakah startup Ruangguru ini sudah mengikuti seleksi sebelumnya atau ditetapkan saja oleh PMO (project management officer).

“Ruangguru ini kan diketahui adalah milik salah seorang staf Khusus presiden dan sekarang banyak dipertanyakan oleh masyarakat,” kata Saleh (16/4/2020).

Dalam program Kartu Prakerja, setiap pelatihan kerja yang dilakukan, disiapkan Rp3,55 juta per orang. Dari Rp3,55 juta itu, Rp1 juta akan dipergunakan untuk biaya pelatihan.

Lembaga pelatihan yang diajak bekerjasama akan mendapatkan insentif dari yang 1 juta tersebut.

Baca Juga : Heboh !! Stafsus Jokowi Surati Camat Seluruh Indonesia, Titip Perusahaannya Lawan Corona

Program Kartu Prakerja:

  • Program ini diharapkan dapat mendatangkan manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, program ini harus direncanakan secara matang. Semua aspek terkait pun harus dipelajari dengan baik.
  • Dengan dinaikkannya anggaran program Kartu Prakerja menjadi Rp20 triliun, tingkat kepesertaanya pun naik. Dari yang tadinya target sasaran 2 juta orang, sekarang berubah menjadi menjadi 5,6 juta orang.
  • Jumlah ini tentu sangat besar. Wajar kemudian jika ada orang yang mempersoalkan keterlibatan lembaga-lembaga pelatihan. Sebab, peserta yang akan dilatih 5,6 juta orang.

Pertanyaannya :

  • Berapa kira-kira yang akan diperoleh lembaga itu per orang dan berapa orang yang dapat dilatih oleh setiap lembaga.
  • Apakah ada pendaftaran dan seleksi pada lembaga pelatihan yang ingin bergabung. Informasi terkait keterlibatan lembaga-lembaga pelatihan dalam program kartu prakerja dinilai sangat terbatas.

Baca Juga : PKS Minta Program Kartu Prakerja Tidak Dijadikan Sebagai Lahan Proyek

Saleh meminta pemerintah menjelaskan alasan-alasan pemilihan suatu lembaga yang direkrut. Termasuk keterlibatan lembaga Ruangguru milik Staf Khusu Presiden Jokowi dalam proyek itu.

“Ini penting, agar program ini berhasil sangat besar. Kemudian agar tidak menimbulkan perdebatan dan kecemburuan bagi lembaga-lembaga pelatihan yang ada, pemerintah diminta untuk memberikan penjelasan. Dengan begitu, program ini dapat dilaksanakan dan mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat,” kata Saleh.

Adamas melalui Twitter pribadinya @AdamasBelva, Pendiri dan CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara melakukan klarifikasi atas kabar tentang penunjukan perusahaannya sebagai salah satu mitra program pelatihan online Kartu Prakerja.

Belva Devara menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ikut dalam pengambilan keputusan apapun terkait program tersebut, termasuk terkait mekanisme teknis pelaksanaan, besaran anggaran, serta proses pemilihan.

Adapun proses pemilihan dijelaskan dia dilakukan oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (PMO).

Baca Juga : Bubarkan Stafsus Jokowi, Alihkan Anggarannya Untuk Tangani Corona

Syafril Sjofyan Pengamat Kebijakan Public 

 Dengan demikian patut diduga bahwa kebijakan proyek pelatihan melalui Kartu Prakerja tersebut sudah merupakan “kongkalingkong kekuasaan”, yang direncanakan secara matang untuk menjebol uang negara untuk satu perusahaan baru “Ruang Guru”, dan saat kondisi wabah Covid-19 anggaran Kartu Prakerja dilipatkan menjadi dua kali lipat, yang semula Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun”.

Sekarang banyak yang menyatakan bahwa program yang telah diluncurkan beberapa hari yang tersebut tidak tepat untuk membantu prakerja, dan diperluas oleh Menko Airlangga untuk karyawan yang kena PHK. Dalam suasana wabah pandemki tidak diperlukan pelatihan online

Kembali kepada kebijakan pelatihan dengan anggaran teramat besar Rp 5.6 triliun hampir setara dengan kasus heboh bailout Bank Century.

KPK dan BPK harus segera turun tangan, memeriksa adanya kesepakatan penunjukan tunggal proyek yang luar biasa besar Rp 5.6 triliun kepada kegiatan usaha online yang baru muncul.

Namun berharap agar para pengawas dan komisioner KPK serta pimpinan BPK secara berani dengan hati nurani yang tulus karena menyangkut dana negara milik rakyat yang besar. Mau bertindak walaupun kesepakatan Kartu Prakerja tersebut dilakukan oleh orang No. 1 di Indonesia.

Baca Juga : Ahok Diduga Nepotisme Gara-Gara Cashback Harga BBM Buat Ojol, Batalkan!

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

Bagikan!!

About Admin

Check Also

Mendadak Menantu Jokowi Tampil Kearab-araban, Publik : Tiru Pencitraan Mertuanya

Mendadak Menantu Jokowi Tampil Kearab-araban, Publik : Tiru Pencitraan Mertuanya

Mendadak Menantu Jokowi Tampil Kearab-araban, Publik : Tiru Pencitraan Mertuanya IKIZONE.COM, Suara Arah Publik  – …

Leave a Reply