Ikizone.com – Suara Arah Publik – Berita Terbaru – Berita Terkini

Hukum

Bima Arya Selaku Saksi Dalam Sidang Rizieq Shihab Pada Hari Senin

Sidang Rizieq Shihab

Masa pandemi Covid-19 saat ini masih saja meningkat meskipun sudah ada daerah yang mengalami penurunan. Apabila ingin mengetahui seseorang positif penyakit ini tentu akan dilakukan sebuah tes swab. Namun masih ada juga oknum yang memalsukan tes swab tersebut salah satunya adalah Rizieq Shihab sehingga digelar sidang Rizieq Shihab.

Persidangan tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang menghadirkan beberapa saksi. Saksi yang hadir tersebut juga akan diperiksa terkait dengan kasus ini. Adapun jumlah saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut ada 5 orang yang diantaranya adalah seorang wali kota. Wali kota yang menjadi saksi dalam persidangan bernama Bima Arya.

Rizieq Shihab Tidak Menyerahkan Hasil Swab di Persidangan

Proses persidangan yang berlangsung hari senin lalu memang dihadirkan sejumlah saksi salah satunya Bima Arya. Pengakuan Bima Arya dalam persidangan tersebut membantah bahwasanya beliau tidak pernah menerima hasil tes swab dari Rizieq Shihab. Adapun tes swab yang dilakukan oleh Rizieq Shihab bertempat di Rumah Sakit Ummi Bogor.

Beliau pula menyatakan bahwa sudah menerima surat dari Rizieq Shihab yang berisi sebuah pernyataan. Dimana pernyataan tersebut menyatakan bahwasanya Rizieq tidak berkenan untuk menyerahkan hasil tes swab yang dilakukan. Alasan dari Rizieq Shihab tidak berkenan memberikan hasil tersebut karena wilayah privasinya.

Bima Arya memang meminta Rizieq Shihab untuk melakukan tes swab tersebut dengan tujuan untuk memastikan kondisi dalam kondisi sehat. Adapun yang menjadi alasan dari Bima meminta Rizieq melakukan tes ini karena Rizieq sering melakukan kontak dengan pasien Covid-19.Salah satunya adalah Muhammad Idris yang memiliki jabatan sebagai Wali Kota Depok.

Akan tetapi Rizieq Shihab ternyata sudah mengikuti tes swab tanpa sepengetahuan dari Andi Tatat selaku menantu Rizieq. Kabar yang didapatkan tersebut tentu membuat Bima melakukan konfirmasi langsung terhadap rumah sakit yang bersangkutan. Beliau juga menganggap bahwa Rumah Sakit Ummi telah melanggar aturan karena tidak memberikan pelaporan.

Menurutnya, setiap rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 harus memberikan pelaporan terkait siapa saja suspek dan pasien yang positif. Selain itu, beliau juga menganggap bahwa pihak RS Ummi tidak melakukan koordinasi dengan baik dengan pihak satgas. Maka dari itu, kasus tersebut dibawa hingga ke pengadilan karena dianggap tidak kooperatif.

Kota Bogor Terganggu Terhadap Kondusifitas

Pada saat sidang Rizieq Shihab berlangsung, Bima Arya selaku ketua Satgas Penanganan Covid-19 meminta permohonan kepada menantu Rizieq. Isi dari permohonan tersebut menjelaskan bahwasanya keberadaan Rizieq Shihab di RS Ummi Bogor perlu mendapat perhatian khusus. Hal tersebut dikarenakan Rizieq adalah seorang ulama yang memiliki banyak pendukung.

Dengan mengetahui bahwasanya Rizieq ada di RS Ummi Bogor, tentu membuat pendukungnya memiliki simpati untuk menjenguk Rizieq. Hal tersebut tentu menimbulkan terjadinya kerumunan utamanya di Kota Bogor. Maka dari itu, Bima Arya menghimbau agar Rizieq diberikan sebuah atensi khusus sehingga kemungkinan menyedot massa tidak terjadi.

Namun hal tersebut terjadi, dimana ramainya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat maupun mahasiswa terkait kasus Rizieq. Bukan hanya masyarakat dan mahasiswa saja, namun juga ada pihak media yang meliput. Kejadian seperti ini tentu sangat mengganggu kondusifitas masyarakat Bogor meskipun aksi berhasil diredam oleh satgas Covid-19.

Itulah penjelasan mengenai sidang Rizieq Shihab yang pada awalnya dianggap membuat hasil tes swab palsu. Hal tersebut pun didukung oleh sikap Rizieq Shihab yang tak ingin menyerahkan hasil tes swab yang dilakukan. Melihat kejadian seperti ini, Ketua Penanganan Covid-19 yakni Bima Arya menganggap pihak RS telah melanggar aturan.

 

Bantu Bagikan !!!
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Popular

To Top