Stafsus Mundur, Tapi Proyeknya Jalan Terus, PKS : Jokowi Seharusnya Batalkan Proyeknya

Stafsus Mundur Tapi Proyeknya Jalan Terus, PKS Jokowi Seharusnya Batalkan Proyeknya
Stafsus Mundur Tapi Proyeknya Jalan Terus, PKS Jokowi Seharusnya Batalkan Proyeknya

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTADua staf khusus milenial Presiden Joko Widodo Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra telah mundur dari jabatan strategisnya di lingkaran istana Negara, namun Proyek triliunan rupiah yang dari pemerintah tetap jalan.

Namun, publik beranggapan Belva dan Andi meninggalkan jabatan mereka lantaran masih tergiur dengan proyek triliun rupiah dari pemerintah dan meminta presiden untuk memutus kontrak kerjasama mereka.

 Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Nasir Djamil menyampaikan hal itu sepenuhnya ada di tangan presiden yang menentukan apakah akan dilanjutkan atau tidak.

“Tergantung keberanian presiden, apakah masih memberikan proyek itu atau dibatalkan,” ujar Nasir (24/4).

Menurutnya, dua mantan staf khusus presiden tersebut juga membatalkan proyek yang diberikan pemerintah kepada mereka sebagai bentuk penghormatan kepada presiden

Baca Juga : Dua Stafsus Jokowi Mundur, PKS : Yang Salah Bukan Prajurit, Tapi Jenderalnya, Presiden Jokowi Perlu Tanggung Jawab Atas Stafsusnya

Diketahui ‎polemik muncul dari dua Staf Khusus Presiden Jokowi ,Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah Devara. Mereka berdua pun sudah mengundurkan diri.

Adapun, Andi Taufan Garuda Putra membuat kontroversi usai menerbitkan surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020 yang ditujukan kepada seluruh Camat di Indonesia. Surat tersebut berisikan tentang kerjasama sebagai relawan desa lawan Covid-19.

Kontroversi timbul ketika PT Amartha Mikro Fintek disebut sebagai perusahaan yang akan bekerjasama sebagai relawan desa lawan Covid-19. Perusahaan tersebut diketahui milik Andi.

Artinya dengan kata lain, Andi meneken surat pemberitahuan mengatasnamakan Stafsus Presiden untuk perusahaannya sendiri, dan dititipkan kepada Camat seluruh Indonesia, untuk membantu mencegah dan menanggulangi Covid-19.

Kemudian polemik lainnya adalah pemerintah menggandeng Skill Academy by Ruangguru sebagai mitra pemerintah untuk program Kartu Prakerja. Namun hal ini menjadi sorotan karena Ruangguru tersebut ‎dimiliki oleh Staf Khusus Presiden Jokowi, Adamas Syah Belva Devara.

Belakangan, CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara sudah menyatakan pengunduran dirinya sebagai Staf Khusus Presiden‎. Hal ini karena polemik keterlibatan Ruangguru dalam program Kartu Prakerja.

Yang menjadi perhatian Publik adalah kalau kita bicara moralitas kekuasaan, Stafsus yang bermasalah mundur, seharusnya proyek itu juga dibatalkan untuk mereka, tapi kenyataannya sampai saat ini proyek tersebut tetap jalan

Adamas Belva Syah Devara mengundurkan diri dari jabatan stafsus Presiden Jokowi usai diterpa skandal keterkaitan Ruangguru dengan proyek Kartu Prakerja.

Ia dikritik oleh banyak pihak karena perusahaan yang ia dirikan menerima proyek dengan kucuran dana triliunan dari pemerintah.

Baca Juga : Ruang Guru Milik Stafsus Jokowi Dapat Proyek Kartu Prakerja Rp5,6 Triliun

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

 

Bagikan!!

About Admin

Check Also

Mendadak Menantu Jokowi Tampil Kearab-araban, Publik : Tiru Pencitraan Mertuanya

Mendadak Menantu Jokowi Tampil Kearab-araban, Publik : Tiru Pencitraan Mertuanya

Mendadak Menantu Jokowi Tampil Kearab-araban, Publik : Tiru Pencitraan Mertuanya IKIZONE.COM, Suara Arah Publik  – …

Leave a Reply