Tolak Ikuti Luhut, Anies: Ojol Tak Boleh Bawa Penumpang Sesuai Permenkes

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Tolak Ikuti Luhut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan tetap melarang ojek online  mengangkut penumpang. Anies tetap berpegang kepada Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Dengan begitu, maka Anies mengabaikan Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan yang mengeluarkan Permenhub nomor 18 Tahun 2020. Di mana di dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa ojek online dibolehkan mengangkut penumpang ketika PSBB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan ojek online (ojol) tak diperkenankan membawa penumpang selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Perujukan gubernur adalah kebijakan dari Kementerian Kesehatan, kita akan meneruskan kebijakan kendaraan roda 2 bisa mengangkut barang secara aplikasi dan tidak untuk penumpang,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (13/4).

Hal ini pun, kata Anies, berlaku untuk kendaraan roda dua di luar aplikasi. Yang dibolehkan berboncengan hanya pengendara dan penumpang yang satu alamat tinggal.

“Apalbil motor mengangkut penumpang tidak diizinkan karena potensi penularan akan menjadi tinggi. Jajaran polri dan TNI akan mengintensifkan (pengawasan) itu,” jelasnya.

Baca Juga : Dualisme Kebijakan Menteri Jokowi Tangani Covid-19, Terawan VS Luhut

Ini berarti Anies tidak mengikuti peraturan yang diterbitkan oleh Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan.

Izin untuk membawa penumpang bagi ojol itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Sementara itu, Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB yang diterbitkan Menteri Terawan Agus Putranto tak mengizinkan ojol membawa penumpang.

Anies mengatakan dalam penerapan PSBB di DKI, pihaknya sudah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk teknis pelaksanaannya. Pergub itu, kata Anies, merujuk Permenkes, bukan Permenhub.

“Kita tetap merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan terkait PSBB dan rujukan Peraturan Gubernur adalah peraturan PSBB dari Menkes,” ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020).

Dengan demikian, kata Anies, ojol hanya boleh membawa barang atau makanan. Jika mengantar penumpang, maka dianggap melanggar PSBB.    

“Kita akan melanjutkan kebijakan bahwa kendaraan roda dua bisa mengangkut batang tapi tidak untuk penumpang.”  

Baca Juga : PKS Tidak Dilibatkan dalam Satgas, Jazuli Juwaini : Itu Satgas Koalisi Pemerintah, Bukan DPR

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

Bagikan!!

About Admin

Check Also

Naskah Omnibus Law Berubah Lagi, Mardani: Tidak Profesional, Wajar Rakyat Tak Percaya Pemerintah

Naskah Omnibus Law Berubah Lagi, Mardani: Tidak Profesional, Wajar Rakyat Tak Percaya Pemerintah

Naskah Omnibus Law Berubah Lagi, Mardani: Tidak Profesional, Wajar Rakyat Tak Percaya Pemerintah IKIZONE.COM, Suara …

Leave a Reply